SEKILAS INFO

     » Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H      » Jl. Mastrip No. 23 Madiun. Telp. / Fax : 0351 - 462927      » Kami Memberikan Pelayanan dengan Sepenuh Hati      » Selamat Datang di Website Dinas Peternakan Dan Perikanan
Senin, 01 Juni 2015 - 19:56:33 WIB
Budidaya Ternak Kambing dan Pembuatan Pakan Fermentasi

Diposting oleh : drh. Syaiful Ratmus
Kategori: ARTIKEL MANAJEMEN TERNAK - Dibaca: 8509 kali

I.      BUDI DAYA TERNAK KAMBING

 A.   PENDAHULUAN

Ternak kambing sudah lama diusahakan oleh petani atau masyarakat sebagai usaha sampingan atau tabungan karena pemeliharaan dan pemasaran hasil produksi (baik daging, susu, kotoran maupun kulitnya) relatif mudah. Meskipun secara tradisional telah memberikan hasil yang lumayan, jika pemeliharaannya ditingkatkan (menjadi semi intensif atau intensif), pertambahan berat badannya dapat mencapai 50 - 150 gram per hari. Ada tiga hal pokok yang harus diperhatikan dalam usaha ternak kambing, yaitu: Bibit, Pakan, dan Tata Laksana.

B.  BIBIT

Pemilihan bibit harus disesuaikan dengan tujuan dari usaha, apakah untuk pedaging, atau perah (misalnya: kambing Kacang untuk produksi daging, kambing Etawa untuk produksi susu, dll). Secara umum ciri bibit yang baik adalah : berbadan sehat, tidak cacat, bulu bersih dan mengkilat, daya adaptasi tinggi terhadap lingkungan. 

 B.1. Ciri Calon Induk :

  1. Tubuh kompak, dada dalam dan lebar, garis punggung dan pinggang lurus, tubuh besar, tapi tidak terlalu gemuk.
  2. Jinak dan sorot matanya ramah.
  3. Kaki lurus dan tumit tinggi.
  4. Gigi lengkap, mampu merumput dengan baik (efisien), rahang atas dan bawah rata.
  5. Dari keturunan kembar atau dilahirkan tunggal tapi dari induk yang muda.
  6. Ambing simetris, tidak menggantung dan berputing 2 buah.

B.2. Ciri Calon Pejantan :

1Tubuh besar dan panjang dengan bagian belakang lebih besar dan lebih  tinggi, dada lebar, tidak terlalu gemuk, gagah, aktif dan memiliki libido (nafsu kawin) tinggi.

2.   Kaki lurus dan kuat.

3.   Dari keturunan kembar.

4.  Umur antara 1,5 tahun sampai 3 tahun.

B.3. Tanda Birahi

Kambing betina dewasa pertama kali birahi pada usia antara 6 – 8 bulan. Namun sebaiknya dikawinkan pada usia lebih kurang 10 bulan, sedangkan yang jantan setelah berumur 1 tahun. Tanda birahi pada kambing antara lain :

a. Gelisah, ribut, nafsu makan menurun.

b. Mencoba menaiki ternak lainnya.

c. Menggerak-gerakan ekor dan sering kencing.

d. Bagian vulva memerah, bila diraba terasa hangat.

e. Keluar sedikit lendir bening dari dalam bagian vagina.

Lama masa birahi 24 – 45 jam dan tanda birahi tersebut akan terulang kembali pada lebih kurang 19 hari kemudian bila kambing betina tersebut tidak bunting.

C.   PAKAN

Jenis dan cara pemberiannya disesuaikan dengan umur dan kondisi ternak. Pakan yang diberikan harus cukup protein, karbohidrat, vitamin dan mineral, mudah dicerna, tidak beracun dan disukai ternak, murah dan mudah diperoleh. Pada dasarnya ada dua macam makanan, yaitu Hijauan (berbagai jenis rumput termasuk pakan Hay Silase) dan Pakan tambahan (berasal dari kacang-kacangan, tepung ikan, bungkil kelapa, multivitamin dan mineral).

Cara Pembarian pakan adalah :

1.  Diberikan 2 kali sehari (pagi dan sore), berat rumput 10 % dari berat badan kambing, berikan juga air minum 1,5 - 2,5 liter per ekor per hari, dan garam berjodium secukupnya.

2.  Untuk kambing bunting, induk menyusui, kambing perah dan pejantan yang sering dikawinkan perlu ditambahkan makanan penguat dalam bentuk bubur sebanyak 0,5 - 1 kg /ekor / hari.

D. TATA LAKSANA

D.1. Kandang :

a.   Syarat kandang yang baik :

  1. Harus Segar
  2. Ventilasi baik
  3. Cukup cahaya matahari
  4. Bersih
  5. Minimal berjarak 5 meter dari rumah

b.   Ukuran kandang yang biasa digunakan adalah :

1. Kandang beranak                     : 120 cm x 120 cm /ekor
2. Kandang induk                        : 100 cm x 125 cm /ekor
3. Kandang anak                         : 100 cm x 125 cm /ekor
4. Kandang pejantan                    : 110 cm x 125 cm /ekor
5. Kandang dara/dewasa              : 100 cm x 125 cm /ekor

D.2. Pengendalian Penyakit

a. Hendaknya ditekankan pada pencegahan penyakit melalui sanitasi kandang yang baik, makanan yang cukup gizi dan vaksinasi.

b. Penyakit yang sering menyerang kambing adalah: Cacingan, Kudis (Scabies), Kembung (Tympani/Bloat), Paru-paru (Pneumonia), Orf (Puru), Myasis (Blatungan) dan koksidiosis.

 D.3. Pasca Panen

  • Hendaknya diusahakan untuk selalu meningkatkan nilai tambah dari produksi ternak, baik daging, susu, kulit, tanduk, maupun kotorannya. Bila kambing hendak dijual pada saat berat badan tidak bertambah lagi (umur sekitar 1 - 1,5 tahun), dan diusahakan agar permintaan akan kambing cukup tinggi.
  • Harga diperkirakan berdasarkan : berat hidup x (45 sampai 50%) karkas x harga daging eceran.

 II.    PEMBUATAN PAKAN FERMENTASI

 A.  Bahan :

  1. Jerami / Titen / Rumput / Pucuk tebu                      : 100 Kg
  2. Urea                                                                    : 1 Kg
  3. Tetes tebu (Molasses)                                           : 7 – 8 Liter
  4. Garam                                                                 : 0,5 Kg
  5. Fermentor ( Bio-N)                                                : 50 ml
  6. Air                                                                       : 70 Liter
  7. Kantong plastik / Drum / Karung Plastik
  8. Alat semprot / Gembor

 B.  Cara Pembuatan

  1. Timbang jerami / titen perkirakan sebanyak 100 kg, kemudian potong kecil-kecil dicacah dengan ukuran lebih kurang 10 cm.
  2. Larutkan urea 1 kg, garam dapur 0,5 kg dan tetes tebu 7-8 liter kedalam air hingga volume mencapai 70 liter. Lalu tambahkan Fermentor 50 ml (Bio-N). Aduk sampai rata dan diamkan selama 30 menit.
  3. Masukkan jerami / titen kedalam bak atau kantong plastik setebal 10 cm, kemudian semprotkan larutan no. 2 hingga merata.
  4. Lakukan berulang-ulang hingga jerami / titen padi habis. Tekan tumpukan jerami / titen padi sehingga udara dalam bak atau kantong plastik habis (sedikit mungkin).
  5. Setelah itu tutup drum atau kantong plastik hingga rapat agar proses berjalan baik.
  6. Diperam selama 2-3 hari, setelah 2-3 hari, buka dan angin-anginkan sebelum diberikan kepada sapi / kambing.

 C.  Pola Pemberian Pakan

     Pakan hasil fermentasi jerami / titen / rumput / pucuk tebu diberikan sebanyak 3-5 kg dicampur dengan pakan lain sebanyak 30-50 kg diberikan untuk 1 ekor sapi (sesuai dengan berat badan) setiap hari.

 NB :   Teknologi fermentasi tersebut bisa diaplikasikan pada limbah lain misalnya  janggel jagung, tebon, kulit kacang tanah dan lain-lain.

 (Sumber : drh. Syaiful Ratmus ; materi Pelatihan PNPM Mandiri di Desa Klagenserut dan Bibrik Kec. Jiwan)