SEKILAS INFO

     » Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H      » Jl. Mastrip No. 23 Madiun. Telp. / Fax : 0351 - 462927      » Kami Memberikan Pelayanan dengan Sepenuh Hati      » Selamat Datang di Website Dinas Peternakan Dan Perikanan
Minggu, 11 Oktober 2015 - 15:27:25 WIB
TEKNIK PEMERIKSAAN REPRODUKSI PADA SAPI

Diposting oleh : drh. Syaiful Ratmus
Kategori: ARTIKEL KESEHATAN TERNAK - Dibaca: 405 kali

Anamnese Sebelum Pemeriksaan

Sebelum pemeriksaan sebaiknya ditanyakan sejarah perkawinan sapi termasuk tanggal kelahiran terakhir, jumlah perkawinan dan informasi kelainan atau penyakit sebelumnya yang mempengaruhi organ reproduksi.

Inspeksi Bagian Luar

  1. Pangkal ekor dan bagian dorsal daerah lumbal harus diperiksa untuk menentukan apakah ada rambut yang kasar atau hilang akibat hewan dinaiki untuk melihat estrus.
  2. Lakukan pemeriksaan perineum dan bagian lateral vulva juga bagian bawah ekor yang sejajar dengan vulva. Apabila terdapat produksi nanah, lendir atau darah dalam jumlah yang banyak, material tersebut akan terdapat dan tersebar pada ekor maka ada indikasi internal.
  3. Pemeriksaan selanjutnya adalah pemeriksaan rambut tuft tentang keberadaan perdarahan metestrus.
  4. Perhatian berikutnya harus diarahkan ke vulva; kekeringan pada lipatan bibir vulva pada sapi dara atau multipara jika tidak dalam keadaan estrus.
  5. Bibir vulva kemudian di buka (parted) dan dilakukan pemeriksaan selaput lendir. Apabila level estrogen rendah, maka lapisan mukosa pucat dan basah, tetapi tidak bersinar.
  6. Periksa daerah clitoris tentang keberadaan nanah. Apabila terdapat nanah, dapat berasal dari produksi lokal maupun berasal dari bagian dalam organ reproduksi.
  7. Pemeriksaan dengan palpasi rektal sehingga karateristik dan struktur ovarium dapat dirasakan serta dapat melakukan diagnosa kebuntingan dan menentukan kelainan patologi reproduksi.

Tahapan Kegiatan

Teknik Menghandle Hewan

 Kandang jepit sangat diperlukan untuk menghindari kecelakaan pemeriksa akibat ditendang oleh hewan

Peralatan

  1. Keakuratan yang tinggi dapat diperoleh dengan menggunakan plastic glove karena tingginya resiko penyakit zoonosis dan hewan yang diduga sakit sebaiknya tidak diperiksa.
  2. Untuk memudahkan tangan masuk ke rektum dan mengurangi perlukaan, sebaiknya di gunakan pelicin yang larut dalam air seperti KY Jelly, Lubrivet atau sabun.

Pemeriksaan

  1. Untuk memulai tangan masuk ke rektum, jari tangan membentuk kerucut (cone) dengan secara halus atau legeartis masuk kedalam anus. Adanya tangan dalam rektum akan merangsang terjadinya reflek defikasi yang dimanifestasikan dengan adanya peristaltik dan tenesmus. Pemeriksaan harus dihentikan pada saat ada gelombang peristaltik dan gelombang peristaltik itu sendiri tidak akan mampu melewati tangan. Kalau tidak dia akan mendorong tangan ke belakang, tetapi jangan sampai tangan dikeluarkan.
  2. Feses harus dikeluarkan dari rektum yang berdekatan dengan tangan tanpa memungkinkan udara masuk. Masuknya udara kedalam rektum akan mengakibatkan penggelembungan yang akan menghambat pemeriksaan. Jika rektum terisi penuh dengan udara, maka dorong kedepan dan raihlah cincin peristaltik mukosa dan secara perlahan ditarik ke belakang. Hal ini akan menstimulasi gelombang peristaltik yang akan menyebabkan evakuasi rektum. Penghilangan feses yang berada hampir disepanjang tangan akan mengurangi feses yang akan memungkinkan untuk melakukan manipulasi organ reproduksi dengan mudah dan legeartis.
  3. Karena serviks (leher rahim) mempunyai karakteristik fisik yang jelas dan posisi relative konstan, seringkali dijadikan penanda organ reproduksi didalam. Tempatnya terletak setelah bagian yang kosong dari rektum. Leher rahim sapi ditandai dengan firm, silindris dengan struktur yang nodular (menonjol) dan biasanya terletak dibagian tengah lantai tulang pelvis. Meskipun demikian dapat saja servik berada dibagian cranial lantai pelvis terutama pada sapi yang tidak bunting.
  4. Jika didapatkan serviks yang dapat digerakan dengan mudah, maka harus dilakukan penarikan seluruh organ.
  5. Setelah serviks dilokalisir dan didapatkan mudah untuk digerakan, kemudian ditarik ke belakang sejauh mungkin. Upaya ini akan menarik uterus keatas dan lebih dekat dengan cara menggerakan serviks ke atas dan ke depan dinding pelvis berlawanan dengan tangan yang mempalpasi. (oleh : Drh. Syaiful Ratmus)