SEKILAS INFO

     » Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H      » Jl. Mastrip No. 23 Madiun. Telp. / Fax : 0351 - 462927      » Kami Memberikan Pelayanan dengan Sepenuh Hati      » Selamat Datang di Website Dinas Peternakan Dan Perikanan
Tupoksi
Diposting tanggal: 25 Mei 2015

TUGAS DAN FUNGSI

1.  KEPALA  DINAS

1)  Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan mempunyai tugas memimpin, mengkoordinasikan dan mengawasi pelaksanaan otonomi daerah dibidang Peternakan dan Perikanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas,  Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan mempunyai fungsi :

  1. penyusunan rumusan kebijakan teknis dibidang Peternakan dan Perikanan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  2. penyelenggaraan urusan pemerintahan dan pelayanan umum dibidang Peternakan dan Perikanan;
  3. pembinaan dan pelaksanaan tugas dibidang Peternakan dan Perikanan;
  4. pelaksanaan pengawasan dan pengendalian dibidang Peternakan dan Perikanan;
  5. pelaksanaan tugas – tugas lain yang diberikan oleh Bupati.

 2.   SEKRETARIAT

1) Sekretaris mempunyai tugas melaksanakan kebijakan pelayanan administrasi kepada semua unsur dilingkungan Dinas meliputi perencanaan, pengelolaan administrasi umum,  rumah tangga, kepegawaian dan administrasi keuangan.

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Sekretariat mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Sekretariat;
  2. Pengkoordinasian penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas Bidang secara terpadu serta tugas pelayanan administratif ;
  3. pengelolaan administrasi umum dan rumah tangga;
  4. pengelolaan administrasi kepegawaian dan administrasi  keuangan dilingkungan Dinas;
  5. Pengawasan terhadap pelaksanaan anggaran/dana ;
  6. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

 Sekretariat  terdiri dari  :

  1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
  2. Sub Bagian Program dan Laporan ;
  3. Sub Bagian Keuangan.

 (1)  Sub Bagian Umum dan Kepegawaian mempunyai tugas :

  1. melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Sub Bagian Umum dan Kepegawaian;
  2. melakukan urusan surat-menyurat dan tata kearsipan;
  3. melakukan urusan rumah tangga, protokoler, upacara dan rapat dinas;
  4. melakukan urusan keamanan di Lingkungan Dinas;
  5. melakukan urusan pengendalian tata usaha pengadaan, penyimpanan, pendistribusian, pengadministrasian dan perawatan barang-barang inventaris  dinas  sesuai ketentuan yang berlaku;
  6. melaksanakan tugas tata usaha kepegawaian;
  7. menyusun, mengolah dan memelihara data administrasi kepegawaian serta data kegiatan yang berhubungan dengan kepegawaian di lingkungan Dinas;
  8. melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

  (2)  Sub Bagian Program dan Laporan mempunyai tugas : 

  1. melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Sub Bagian Program dan Laporan
  2. mengumpulkan, mengolah dan melakukan sistemisasi data untuk bahan penyusunan program dan kegiatan dinas secara terintegrasi dengan Bidang – Bidang yang ada ;
  3. melaksanakan analisa dan evaluasi pelaksanaan program dan kegiatan ;
  4. menyusun laporan pelaksanaan program dan kegiatan serta laporan Kinerja Dinas ;
  5. menghimpun dan menata data dalam rangka penyusunan dokumentasi peraturan perundang – undangan dan hasil – hasil pelaksanaan program/kegiatan ;
  6. melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

 (3)  Sub Bagian Keuangan mempunyai tugas :

  1. menyusun perencanaan program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Sub Bagian Keuangan;
  2. melakukan penyiapan dan penghimpunan bahan-bahan untuk keperluan penyusunan APBD dilingkungan Dinas;
  3. melaksanakan penatausahaan keuangan dan pertanggungjawaban keuangan ;
  4. melaksanakan evaluasi dan penyusunan laporan di bidang keuangan ;
  5. melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Sekretaris.

 

 

3.    BIDANG PETERNAKAN

1) Bidang Peternakan mempunyai tugas melaksanakan pembinaan peningkatan produksi ternak, mutu bibit ternak, pengolahanhasil ternak, pengembangan teknologi peternakan, memfasilitasi permodalan, pengembangan pelayanan peternak dan kemitraan serta penataan kelembagaan peternakan.

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Bidang  Peternakan mempunyai fungsi :

  1. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan dalam penerapan kebijakan peningkatan produksi ternak, terutama dalam penetapan standar mutu bibit ternak;
  2. Pelaksanaan pengawasan peredaran lalu lintas bibit ternak dan hewan lainnya;
  3. Pelaksanaan pengawasan pengembangan penetapan kawasan peternakan dan kesehatan hewan;
  4. Pelaksanan penerapan dan pengawasan plaksanaan kebijakan pedoman, penyebaran dan bimbingan Pengembangan peternakan dan kesehatan hewan;
  5. Pelaksanaan pembinaan, pengawasan dan pengembangan tehnologi peningkatan serta mutu pakan ternak dan hewan lainnya;
  6. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala dinas.

 Bidang  Peternakan terdiri dari  :

  1. Seksi Kawasan dan Pembibitan;
  2. Seksi Pakan danTeknologi;
  3. Seksi Penyebaran dan Pengembangan Peternakan.

 (1)   Seksi Kawasan dan Pembibitan mempunyai tugas :

  1. Melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Kawasan dan pembibitan; 
  2. Menyiapkan bahan penetapan dan penerapan standar bibit dan mengatur sistem pengembangbiakan (sistem breeding) ternak dan hewan lainnya serta pelestarian plasma nutfah;
  3. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan produksi, sertifikasi bibit/benih di wilayah sumber bibit serta meningkatkan mutu genetik ternak dan hewan lainnya;
  4. Menyiapkan bahan penyusunan pedoman teknis dan pengawasan peredaran lalu lintas bibit/benih ternak dan hewan lainnya;
  5. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan kelembagaan perbibitan ternak dan hewan lainnya;
  6. Menyiapkan bahan penetapan sistem dan pola pengembangan peternakan dan kesehatan hewan terpadu dan terintegrasi wilayah Kabupaten Madiun;
  7. Menyiapkan bahan penerapan pedoman penetapan lahan dan air serta padang penggembalaan;
  8. Menyiapkan bahan penetapan peta potensi dan pengawasan pengembangan kawasan peternakan dan hewan lainnya;
  9. Menyiapkan bahan bimbingan produksi bibit dan peningkatan mutu genetik ternak dan hewan lainnya;
  10. Menyiapkan bahan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 (2) Seksi Pakan dan Teknologi  mempunyai tugas : 

  1. Menyiapkan bahan penerapan kebijakan dan bimbingan produksi pakan dan bahan baku pakan ternak dan hewan lainnya;
  2. Menyiapkan bahan pengawasan standar mutu pakan ternak dan hewan lainnya melalui sertifikasi dan labelisasi;
  3. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan terhadap pengadaan perbanyakan dan penyaluran benih hijauan pakan;
  4. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan terhadap penerapan kebijakan, pemantauan, identifikasi, inventarisasi, kebutuhan, pedoman pengawasan produksi, peredaran, penggunaan, rekayasa, pemeliharaan dan pengujian serta penerapan standar mutu dan standar teknis alat dan mesin peternakan dan kesehatan hewan;
  5. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan penerapan standar dukungan rekayasa teknologi serta kerjasama pengembangan teknologi peternakan dan kesehatan hewan;
  6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 (3)  Seksi Penyebaran dan Pengembangan Peternakan  mempunyai tugas :

  1. Menyiapkan bahan penerapan dan pengawasan pelaksanaan kebijakan pedoman penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya;
  2. Menyiapkan bahan penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya ;
  3. Menyiapkan bahan kerjasama kajian teknis, sosial ekonomi penyebaran ternak dan hewan lainnya ;
  4. Menyiapkan bahan pembinaan dan sosialisasi penguatan modal investasi/dana bergulir penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya ;
  5. Menyiapkan bahan perumusan pola pemeliharaan penyebaran dan pengembangan ternak dan hewan lainnya ;
  6. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 4.       BIDANG  PERIKANAN

1) Bidang Perikanan mempunyai tugas melaksanakan peningkatan dan pengembangan perikanan budidaya

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Bidang  Perikanan  mempunyai fungsi :

  1. Pengembangan teknologi dan produksi pembenihan dan pembudidayaan ikan / udang
  2. Pengendalian penggunaan sarana produksi dan pengembangan / rehabilitasi parasarana budidaya
  3. Pengelolaan lingkungan perikanan budidaya
  4. Pelaksanaan pengembangan pemasaran, investasi dan permodalan usaha perikanan
  5. Penanganan, pengembangan dan rekayasa teknologi pengolahan serta pengawsan mutu hasil perikanan
  6. Pelayanan perijinan usaha perikanan
  7. Pelaksanaan usaha tani perikanan
  8. Pelaksanaan pemantauan sumberdaya perikanan
  9. Pelaksanaan bimbingan pengolahan hasil dan pemasaran produksi perikanan
  10. Melaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan

 Bidang  Perikanan terdiri dari  :

  1. Seksi  Budidaya Perikanan;
  2. Seksi Sumberdaya Ikan dan Lingkungan;
  3. Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan.

 (1)   Seksi Budidaya Perikanan  mempunyai tugas :

  1. Melakukan penyiapan  bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Budidaya Perikanan;  
  2. Melakukan pendataan secara periodik terkait potensi dan informasi pembenihan dan perikanan budidaya
  3. Menyebarkan informasi teknologi pembenihan dan pembudidayaan ikan kepada masyarakat luas / publik
  4. Melakukan pemberdayaan usaha bagi pembudidayaan dan pembenihan ikan
  5. Melakukan percontohan / asimilasi teknologi pembudidayaan ikan pengembangan kawasan budidaya
  6. Melakukan pemecahan masalah dan kendala dalam hal penerapan teknologi pembenihan dan pembudidayaan ikan
  7. Optimalisasi pemanfaatan potensi air tawar untuk mengatasi kemisklinan, pengangguran dan peningkatan pertumbuhan ekonomi
  8. Melakukan inventarisasi, identifikasi, pembinaan, pengawasan dalam penggunaan sarana dan prasarana budidaya dan pembenihan
  9. Melakukan monitoring, evaluasi dan pengendalian terhadap dampak penggunaan sarana parasarana budidaya dan pembenihan
  10. Memberikan informasi berupa petunjuk dan acuan dalam hal pengunaan sarana produksi yang berwawasan lingkungan
  11. Melaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang .

  (2) Seksi Sumberdaya Ikan dan Lingkungan mempunyai tugas : 

  1. Melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Sumberdaya Ikan dan Lingkungan;  
  2. Melaksanaan inventarisasi lahan usaha  perikanan; 
  3. Melaksanaan pemantauan penyediaan lahan usaha perikanan; 
  4. Melaksanaan inventarisasi ketenagakerjaan usaha perikanan; 
  5. Melaksanakan inventarisasi permodalan usaha perikanan ;
  6. Melaksanakan pemantauan dan evaluasi lahan , ketenagakerjaan dan permodalan usaha perikanan ;
  7. Melaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang .

 (3)  Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikananmempunyai tugas :

  1. Melakukan penyiapan  bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan;  
  2. Melakukan pengembangan dan rekayasa teknologi penanganan dan pengolahan secara modern dan tradisional
  3. Melakukan pengawasan mutu terhadap produk, tenaga, sarana prosedur dan metode pengujian terhadap pengolahan hasil perikanan
  4. Melakukan bimbingan, pengembangan dan promosi pemasaran hasil perikanan dan investasi
  5. Melakukan analisis pasar, permodalan perkreditan kelembagaan usaha bidang perikanan
  6. Melakukan penyebaran imformasi investasi, permodalan dan pemasaran hasil perikanan
  7. Menjalin kerjasama dengan instansi terkait dalam bidang permodalan dan pemasaran hasil perikanan
  8. Melakukan proses pelayanan dan bimbingan perijinan usaha perikanan
  9. Melaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 5.  BIDANG KESEHATAN HEWAN

1) Bidang Kesehatan Hewan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas yang meliputi menyusun kebijakan Kesehatan Hewan, melaksanaan penyelenggaraan, pembinaan, pengembangan serta pengelolaan Kesehatan Hewan serta melaksanakan tugas - tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas Bidang Kesehatan Hewan mempunyai fungsi :

  1. Penyusunan kebijakan teknis, perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Bidang Kesehatan Hewan pelaksanaan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan Kesehatan Hewan ;
  2. Pelaksanaan pembinaan, pengembangan dan pemberdayaan Kesehatan Hewan ;
  3. Bimbingan penerapan norma, standar teknis pelayanan kesehatan hewan, kesmavet serta kesejahteraan hewan ;
  4. Penerapan dan pengawasan norma, standar teknis pelayanan keswan, kesmavet serta kesejahteraan hewan ;
  5. Penerapankebijakan dan pedoman keswan, kesmavet dan kesejahteraan hewan ;
  6. Pelaksanaan  dukungan  dan fasilitasi aktifitas Kesehatan Hewan;
  7. Pelaksanaan pemantauan , pengawasan dan pengendalian Kesehatan Hewan ;
  8. Pelaksanaan bimbingan penerapan dan standar teknis minimal RPH/RPU, keamanan dan mutu produk hewan, laboratorium kesmavet, satuan pelayanan peternakan terpadu, rumah sakit hewan dan pelayanan keswan ;
  9. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan.

 Bidang Kesehatan Hewan terdiri dari  :

  1. Seksi Pelayanan Medik  dan Laboratorium;
  2. Seksi Pencegahan dan  Pemberantasan Penyakit  ;
  3. Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner ;

 (1)  Seksi Pelayanan Medik dan Laboratorium, mempunyai tugas:

  1. Melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Pelayanan Medik dan Laboratorium;
  2. Pengawasan lalu lintas ternak, produk ternak dan hewan kesayangan serta ikan dari/ke wilayah kabupaten ;
  3. Sertifikasi kesehatan hewan dan bahan asal hewan yang keluar/masuk wilayah kabupaten madiun ;
  4. Bimbingan dan pengawasan pelaksanaan unit pelayanan keswan (puskeswan, praktek dokter hewan mandiri, klinik hewan dan laboratorium Kesehatan Hewan) ;
  5. Pemantauan dan pengawasan pelaksanaan penanggulangan wabah dan penyakit hewan menular ;
  6. Penutupan dan pembukaan kembali status daerah wabah penyakit hewan menular;
  7. Melaksanakan pengamatan, pemetaan, pencatatan kejadian dan penanggulangan penyakit hewan ;
  8. Melaksanakan pelaporan dan pendataan penyakit individual / menular yang mewabah;
  9. Melaksanakan pemantauan penyakit zoonosis ;
  10. Bimbingan pengamatan dan penyidikan epidemiologi penyakit hewan parasit, bakteri, virus dan penyakit hewan lainnya ;
  11. Pengawasan penerapan standar mutu produksi, peredaran, penggunaan dan pengujian peralatan kehewanan ;
  12. Pelaksanaan pelayanan medik / paramedik veteriner ;
  13. Penyiapan bahan untuk pemberian ijin praktek dokter hewan, rumah sakit hewan dan laboratorium kesehatan hewan ;
  14. Pelaporan pelayanan medik / paramedik veteriner dalam pencegahan dan penanggulangan penyakit hewan menular / non menular, penyakit individual, penyakit parasiter, virus, bakteri, penyakit reproduksi dan gangguan reproduksi;
  15. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 

(2)  Seksi Pencegahan dan  Pemberantasan Penyakit , mempunyai tugas :

  1. Melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Pencegahan dan  Pemberantasan Penyakit  ;
  2. Penerapan kebijakan Pencegahan, Pemberantasan dan Pelayanan Kesehatan Hewan;
  3. Bimbingan pengaturan pelayanan kesehatan hewan pada lalu lintas tata niaga hewan (hewan besar, sedang dan kecil);
  4. Melakukan pemantauan dan pengawasan pembangunan dan operasional unit-unit pelayanan kesehatan hewan;
  5. Pencegahan dan penanggulangan wabah penyakit hewan menular;
  6. Identifikasi dan inventarisasi kebutuhan obat hewan dan peralatan peternakan;
  7. Pengawasan penerapan standar mutu, peredaran dan penggunaan obat hewan tingkat depo, toko, kios dan pengecer obat hewan ;
  8. Bimbingan penyimpanan dan pemakaian obat hewan ;
  9. Penyiapan bahan penerbitan perijinan bidang obat hewan ;
  10. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 (3)    Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner, mempunyai tugas :

  1. Melakukan penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Seksi Kesehatan Masyarakat Veteriner;
  2. Penerapan kebijakan kesehatan masyarakat veteriner;
  3. Bimbingan pembangunan dan pengelolaan pasar hewan;
  4. Bimbingan dan pengawasan kesmavet di RPH, tempat pemotongan hewan sementara, kios daging dan usaha susu;
  5. Penyiapan bahan pemberian ijin pasar hewan dan laboratorium kesmavet;
  6. Bimbingan pembangunan dan pengelolaan laboratorium kesmavet;
  7. Bimbingan pelaksanaan standarisasi jagal hewan ;
  8. Melaksanakan sosialisasi dan surveillance Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP) ;
  9. Pembinaan dan pengawasan praktek hygiene-sanitasi pada produsen dan tempat penjajaan PAH (Pangan Asal Hewan) ;
  10. Monitoring penerapan persyaratan hygiene-sanitasi pada unit usaha PAH (Pangan Asal Hewan) yang mendapat NKV (Nomor Kontrol Veteriner) .
  11. Bimbingan penerapan teknologi optimalisasi pengelolaan pemanfaatan air untuk usaha peternakan, kesehatan hewan dan kesmavet ;
  12. Melakukan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 6.   BIDANG  AGRIBISNIS

1) Bidang Agribisnis mempunyai tugas menyiapkan bahan penyusunan kebijakan dan petunjuk teknis di bidang agribisnis peternakan dan perikanan serta melaksanakan penyebaran dan pengembangan,pembinaan  permodalan dan bina usaha agribisnis peternakan.

2) Untuk melaksanakan tugas sebagaimana dimaksud di atas, Bidang Agribisnis  mempunyai fungsi :

  1. Pelaksanaan pembinaan dan fasilitasi permodalan, pengembangan pelayanan peternak, kemitraan dan pengolahan pasca panen, pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  2. Pembinaan dan penyebarluasan informasi serta promosi komoditas unggulan peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  3. Pelaksanaan pembinaan dan pengawasan terminal cyber space agribisnis peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  4. Pelaksanaan pembinaan kelembagaan dan manajemen usaha tani ternak dan hewan lainnya, manajemen usaha tani dan pencapaian pola kerjasama usaha tani wilayah provinsi;
  5. Pelaksanaan pembinaan dan pemantauan harga pasar komoditi peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan dan pengembangan agribisnis;
  6. Pelaksanaan pembinaan dan koordinasi pengawasan perijinan usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan, pengelolaan lingkungan dan teknologi pasca panen;
  7. Pelaksanaan pembinaan teknis pembangunan sarana fisik (bangunan), penyimpanan, pengolahan dan pemasaran sarana produksi hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  8. Pelaksanaan pengawasan penerapan pedoman, norma standar unit pengolahan, sarana usaha, alat transportasi dan unit penyimpanan dan kemasan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  9. Pelaksanaan pembinaan penyuluhan pengembangan peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  10. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas

 Bidang  Agribisnis terdiri dari  :

  1. Seksi  Bina Usaha dan Pembiayaan;
  2. Seksi Pelayanan, Keahlian, Informasi dan Perijinan;
  3. Seksi Kelembagaan, SDM dan Penyuluhan.

 (1) Seksi Bina Usaha dan Pembiayaan mempunyai tugas :

  1. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan studi Amdal / Usaha Pengelolaan Lingkungan (UKL) dan Usaha Pemantauan Lingkungan (UPL) di bidang peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  2. Menyiapkan bahan pembinaan dan desiminasi penanganan pasca panen dan pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  3. Menyiapkan bahan sosialisasi penyebarluasan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  4. Menyiapkan bahan fasilitasi terhadap tata guna, pemanfataan lahan, sarana usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  5. Menyiapkan bahan pembinaan pembiayaan dan investasi usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  6. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan manajemen usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  7. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan pada unit usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  8. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan pengembangan agribisnis usaha peternakan dan perikanan rakyat;
  9. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan teknologi, pengolahan hasil dan pasca panen usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  10. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan alat dan mesin pengolahan hasil dan pasca panen usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  11. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

  (2)   Seksi Pelayanan, Keahlian, Informasi dan Perijinan mempunyai tugas : 

  1. Menyiapkan bahan pembinaan, pengawasan dan rekomendasi ijin usaha peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  2. Menyiapkan bahan pembinaan analisa usaha tani dan pemasaran hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  3. Menyiapkan bahan pembinaan pemantauan tata niaga ternak dan hewan lainnya antar provinsi dan antar pulau;
  4. Menyiapkan bahan fasilitasi dan standarisasi pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  5. Menyiapkan bahan promosi ternak unggulan, hewan kesayangan, produk olahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  6. Menyiapkan bahan fasilitasi dan penyebaran informasi harga pasar ternak, produk ternak dan hewan lainnya;
  7. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan penerapan pedoman kerjasama / kemitraan usaha peternakan dan perikanan;
  8. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan suplay demand serta terminal cyber space agribisnis peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  9. Menyiapkan bahan pembinaan dan pengawasan sistem kemitraan yang berkesinambungan;
  10. Menyiapkan bahan promosi gizi protein hewani;
  11. Menyiapkan bahan fasilitasi pembinaan dan informasi agrowisata peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  12. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan penerapan teknologi pasca panen dan pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  13. Menyiapkan bahan fasilitasi sarana dan peralatan pengolahan hasil peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  14. Menyiapkan bahan pembinaan pelaku usaha/home industri  usaha pengolahan produk peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  15. Menyiapkan bahan sosialisasi penanganan pasca panen, pengolahan hasil dan pemasaran produk peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  16. Menyiapkan bahan pengamatan prakiraan kebutuhan dan penyediaan produk peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan (daging, susu dan telur);
  17. Menyiapkan bahan pemberian rekomendasi pengeluaran ternak potong antar provinsi;
  18. Menyiapkan bahan fasilitasi pembinaan dan pengawasan penerapan standarisasi pasar hewan;
  19. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 (3) Seksi Kelembagaan, SDM dan Penyuluhan  mempunyai tugas :

  1. Menyiapkan bahan pembinaan dan perkembangan kelembagaan, ketenagakerjaan bidang peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  2. Menyiapkan bahan pembinaan kelembagaan dan manajemen usaha tani ternak dan hewan lainnya, manajemen usaha tani dan pencapaian pola kerjasama usaha tani wilayah provinsi;
  3. Menyiapkan bahan pembinaan dan fasilitasi kepada peternak/ kelompok tani ternak dalam mengembangkan agrobisnis dan agroindustri peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  4. Menyiapkan bahan pembinaan kemandirian usaha kelembagaan peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  5. Menyiapkan bahan fasilitasi dan pembinaan keterampilan sumberdaya manusia peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  6. Menyiapkan bahan pembinaan penyelenggaraan penyuluhan pengembangan peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  7. Menyiapkan bahan fasilitasi, pembinaan dan pengembangan penyuluh peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  8. Menyiapkan bahan pembinaan lembaga sistim mutu produk pangan asal hewan dan produk non pangan asal hewan ;
  9. Menyiapkan bahan pembinaan dan fasilitasi peningkatan ketrampilan SDM system jaminan mutu produk peternakan dan perikanan serta kesehatan hewan;
  10. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Bidang.

 

7.    UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS

1.   UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS BALAI BENIH IKAN

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan adalah unsur pelaksana teknis Dinas Peternakan dan Perikanan yang mempunyai tugas melaksanakan upaya dan kegiatan pembenihan ikan dan aspek – aspek pendukung lainnya serta tata usaha, kepegawaian dan administrasi keuangan lingkup UPTD ;
(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dipimpin oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan yang  berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris ;
(3) Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan, mempunyai fungsi :

  1. penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan ;
  2. Pengawasan pemanfaatan dan perlindungan plasma nutfah perikanan ;
  3. Pelaksanaan teknis  perbanyakan dan pengelolaan induk penjenis, induk dasar dan benih alam ;
  4. Pelaksanaan teknis pelepasan dan penarikan varietas induk/benih ikan ;
  5. Pelaksanaan kebijakan, pembangunan dan pengelolaan balai benih ikan air tawar ;
  6. Pelaksanaan kebijakan mutu benih/induk ikan ;
  7. Pelaksanaan kebijakan akreditasi lembaga sertifikasi perbenihan ikan
  8. Pelaksanaan kebijakan rekomendasi ekspor, impor, induk dan benih ikan ;
  9. Pelaksanaan kebijakan produk pembenihan perikanan di air tawar ;
  10. Pengawasan mutu benih dan induk ;
  11. Pelaksanaan sistem informasi benih ikan ;
  12. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas.

(4) Dalam melaksanakan tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Ikan dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang mempunyai tugas melaksanakan urusan kesekretariatan yang meliputi kepegawaian, keuangan, rumah tangga, surat menyurat, kearsipan, pemantauan, pengumpulan data, perencanaan dan pelaporan ;

(5)     Untuk melaksanakan tugas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program, pengelolaan keuangan, evaluasi serta penyusunan laporan ;
  2. Pengkoordinasian penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas Balai Benih secara terpadu serta tugas pelayanan administratif
  3. Pengelolaan administrasi umum dan rumah tangga ;
  4. Pengelolaan administrasi kepegawaian dan administrasi  keuangan dilingkungan UPTD ;
  5. Pelaksanaan urusan surat menyurat, tata kearsipan dan data ruang lingkup tugas UPTD  ;
  6. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD.

2.   UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS BALAI INSEMINASI BUATAN

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan  adalah unsur pelaksana teknis Dinas Peternakan dan Perikanan yang mempunyai tugas melaksanakan upaya dan kegiatan inseminasi buatan dan aspek – aspek pendukung lainnya serta tata usaha, kepegawaian dan administrasi keuangan lingkup UPTD ;

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan dipimpin oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan yang  berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris;

(3)  Untuk melaksanakan tugas, Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan, mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan ;
  2. Pengadaan /produksi dan pengawasan semen beku ;
  3. Pelaksanaan inseminasi buatan ;
  4. Bimbingan dan pengawasan pelaksanaan inseminasi buatan oleh masyarakat dan swasta ;
  5. Produksi mani beku ternak lokal (lokal spesifik) ;
  6. Bimbingan produksi mani beku lokal (lokal spesifik) ;
  7. Bimbingan penerapan standar-standar teknis dan sertifikasi perbibitan meliputi sarana, tenaga kerja, mutu dan metode;
  8. Pelaksanaan registrasi hasil inseminasi buatan ;
  9. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. 

(4) Dalam melaksanakan tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Inseminasi Buatan dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang mempunyai tugas melaksanakan urusan kesekretariatan yang meliputi kepegawaian, keuangan, rumah tangga, surat menyurat, kearsipan, pemantauan, pengumpulan data, perencanaan dan pelaporan;

(5) Untuk melaksanakan tugas, Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program, pengelolaan keuangan, evaluasi serta penyusunan laporan;
  2. Pengkoordinasian penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas Balai Inseminasi Buatan secara terpadu serta tugas pelayanan administratif;
  3. pengelolaan administrasi umum dan rumah tangga;
  4. pengelolaan administrasi kepegawaian dan administrasi  keuangan dilingkungan UPTD;
  5. pelaksanaan urusan surat menyurat, tata kearsipan dan data ruang lingkup tugas UPTD;
  6. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD

 

3.  UNIT PELAKSANA TEKNIS DINAS RUMAH POTONG HEWAN

(1) Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan adalah unsur pelaksana teknis Dinas Peternakan dan Perikanan yang mempunyai tugas melaksanakan upaya dan kegiatan pemotongan hewan dan aspek -aspek pendukung lainnya serta tata usaha, kepegawaian dan administrasi keuangan lingkup UPTD;

(2) Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan dipimpin oleh Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan yang  berada dibawah dan bertanggungjawab kepada Kepala Dinas melalui Sekretaris;

(3) Untuk melaksanakan tugas, Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan, mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program kerja dan evaluasi pelaksanaan tugas-tugas pada Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan;
  2. Pemeriksaan terhadap ternak yang akan dipotong dengan memberikan cap ” S ” ;
  3. Pemeriksaan terhadap daging hewan;
  4. Pencatatan terhadap ternak yang dipotong;
  5. Pengelolaan dan penarikan retribusi pemotongan hewan;
  6. Pengawasan dan penarikan retribusi kepada masyarakat yang memotong hewan di luar Rumah Potong Hewan;
  7. Pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Dinas. 

(4) Dalam melaksanakan tugas Kepala Unit Pelaksana Teknis Dinas Rumah Potong Hewan  dibantu oleh Kepala Sub Bagian Tata Usaha yang mempunyai tugas melaksanakan urusan kesekretariatan yang meliputi kepegawaian, keuangan, rumah tangga, surat menyurat, kearsipan, pemantauan, pengumpulan data, perencanaan dan pelaporan ;

(5) Untuk melaksanakan tugas, Kepala Sub Bagian Tata Usaha, mempunyai fungsi :

  1. Penyiapan bahan penyusunan perencanaan, program, pengelolaan keuangan, evaluasi serta penyusunan laporan;
  2. Pengkoordinasian penyusunan program dan penyelenggaraan tugas-tugas Rumah Potong Hewan  secara terpadu serta tugas pelayanan administratif ;
  3. pengelolaan administrasi umum dan rumah tangga ;
  4. pengelolaan administrasi kepegawaian dan administrasi  keuangan di lingkungan UPTD ;
  5. pelaksanaan urusan surat menyurat, tata kearsipan dan data ruang lingkup tugas UPTD  ;
  6. pelaksanaan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala UPTD.

 

 8.  KELOMPOK JABATAN FUNGSIONAL

Kelompok Jabatan Fungsional mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Dinas sesuai dengan keahlian dan kebutuhan.

(1)Kelompok Jabatan Fungsional terdiri dari sejumlah tenaga dalam jenjang Jabatan Fungsional yang terbagi dalam berbagai kelompok sesuai dengan keahliannya ;

(2) Setiap kelompok dipimpin oleh seorang tenaga fungsional senior yang ditunjuk oleh Kepala Dinas;

(3) Jumlah Jabatan Fungsional ditentukan berdasarkan kebutuhan dan beban kerja ;